Kamis, 20 November 2014

Materi minggu ke-6

TIMBANGAN BUKU
Timbangan buku atau yang sering disebut dengan kritik buku merupakan pertimbangan atau pendapat tentang baik buruk sebuah karya yang dapat di sampaikan secara tertulis maupun lisan oleh siapa saja.
Bedah buku adalah pembicaraan mengenai buku dengan melibatkan beberapa orang atau forum untuk berdiskusi, ada tokoh atau bahkan pengarangnya sendiri ikut terlibat. Pendapat atau penilaian tentang buku yang dibedah dapat disimpulkan lebih obyektif karena berdasarkan pendapat umum.

RINGKASAN (RESENSI)
Kata "Resensi" berasal dari bahasa Latin, yaitu dari kata kerja "revidere" atau "recensere" yang memiliki arti melihat kembali, menimbang atau menilai. Dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah review, sedangkan dalam bahasa Belanda dikenal dengan istilah recensie. Tiga istilah tersebut mengacu pada hal yang sama, yakni mengulas sebuah buku.
Menurut  "Kamus Istilah Sastra" yang ditulis oleh Panuti Sudjiman (1984), Resensi adalah hasil pembahasan dan penilaian yang pendek tentang suatu karya tulis. Konteks ini memberi arti penilaian, mengungkap secara sekilas, membahas, atau mengkritik buku.
Resensi merupakan salah satu bentuk tulisan jurnalistik yang bertujuan untuk mendeskripsikan dan memberi pertimbangan kepada pembaca mengenai sebuah buku yang baru diterbitkan. Secara sederhana, resensi dapat dianggap sebagai bentuk tulisan yang merupakan perpaduan antara ringkasan dan ikhtisar berisi penilaian, ringkasan isi buku, pembahasan, atau kritik terhadap buku tersebut. Bentuk tulisan ini bergerak di subyektivitas peresensinya dengan bekal pengetahuan yang dimilikinya tentang bidang itu.
WJS. Poerwadarminta (2003:75) mengemukakan bahwa resensi secara bahasa sebagai pertimbangan atau perbincangan tentang sebuah buku yang menilai kelebihan atau kekurangan buku tersebut, menarik-tidaknya tema dan isi buku, kritikan, dan memberi dorongan kepada khalayak tentang perlu tidaknya buku tersebut dibaca dan dimiliki atau dibeli. Perbincangan buku tersebut dimuat di surat kabar atau  majalah.
Saryono (1997:56) menjelaskan Pengertian Resensi  sebagai sebuah tulisan berupa esai dan bukan merupakan bagian suatu ulasan yang lebih besar mengenai sebuah buku. Isinya adalah laporan, ulasan, dan pertimbangan baik-buruknya, kuat-lemahnya, bermanfaat-tidaknya , benar-salahnya, argumentatif- tidaknya buku tersebut. Tulisan tersebut didukung dengan ilustrasi buku yang diresensi, baik berupa foto buku atau foto copi sampul buku.

Perbedaan antara timbangan buku dengan ringkasan adalah kalau di dalam timbangan buku bisa dilakukan oleh siapa saja (sama dengan resensi) tetapi kalau bedah buku (Ringkasan) dilakukan oleh tokoh yang menguasai atau bahkan pengarangnya sendiri di hadapan para calon pembaca.

TIMBANGAN PUSTAKA

Timbangan pustaka adalah menimbang atau menilai hasil-hasil penelitian yang telah Klasifikasi pembuatan resensi buku ilmiah yaitu ringkasan, deskripsi, kritik, Perbedaan karangan ragam standart dan non standart. Resensi buku lebih dikenal dengan istilah timbangan buku Resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku atau ulasan buku secara tertulis yang mengemukakan pendapat seseorang tentang baik buruknya buku ditinjau dari berbagai sudut. Resensi dapat dilakukan oleh siapa saja.

Materi minggu ke-5

METODE ILMIAH             
Metode ilmiah berdasarkan dari dua suku kata yaitu metode dan ilmiah. Metode dapat diartikan sebagai sebuah cara yaitu cara yang teratur dan sistematis untuk mencapai maksud dan tujuan tertentu. Sedangkan Ilmiah bersifat ilmu, secara ilmu pengetahuan, memenuhi syarat (kaidah) ilmu pengetahuan.
Secara umum dan keseluruhan metode ilmiah atau proses ilmiah merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisis. Ilmuwan melakukan pengamatan serta membentuk hipotesis dalam usahanya untuk menjelaskan fenomena alam. Prediksi yang dibuat berdasarkan hipotesis tersebut diuji dengan melakukan eksperimen. Jika suatu hipotesis lolos uji berkali-kali, hipotesis tersebut dapat menjadi suatu teori ilmiah.

TUJUAN MEMPELAJARI METODE PENULISAN ILMIAH
Dalam penulisan ilmiah kita tidak bisa asal tulis atau tidak mengindahkan kaidah-kaidah dala penulisan ilmiah. Dalam penulisan ini kita harus mempunyai metodenya agar tulisan kita dapat dipahami dan dimengerti oleh si pembaca dikemudian hari. Ini adalah beberapa tujuan mempelajari metode ilmiah :
-          Meningkatkan keterampilan dalam mengorganisasikan dan menyajikan fakta secara sistematis
-          Meningkatkan keterampilan dalam menulis berbagai karya tulis
-          Meningkatkan pengetahuan tentang mekanisme penulisan karangan ilmiah

SIKAP ILMIAH
Istilah sikap dalam bahasa Inggris disebut “Attitude” sedangkan istilah attitude sendiri berasal dari bahasa latin yakni “Aptus” yang berarti keadaan siap secara mental yang bersifat untuk melakukan kegiatan. Secara umum dapat disimpulkan bahwa sikap adalah suatu kesiapan yang senantiasa cenderung untuk berprilaku atau bereaksi dengan cara tertentu bilamana diperhadapkan dengan suatu masalah atau obyek.
Sikap ilmiah pada dasarnya adalah sikap yang diperlihatkan oleh para Ilmuwan saat mereka melakukan kegiatan sebagai seorang ilmuwan. Dengan perkataan lain kecendrungan individu untuk bertindak atau berprilaku dalam memecahkan suatu masalah secara sistematis melalui langkah-langkah ilmiah. - Baharuddin (1982:34)
Beberapa sikap ilmiah dikemukakan oleh Mukayat Brotowidjoyo (1985 :31-34) yang biasa dilakukan para ahli dalam menyelesaikan masalah berdasarkan metode ilmiah, antara lain :
-          Sikap ingin tahu
-          Sikap kritis
-          Sikap obyektif
-          Sikap ingin menemukan
-          Sikap tekun

LANGKAH – LANGKAH PENULISAN ILMIAH
Bentuk laporan penulisan PI, terdiri dari :
1.       Bagian Awal
Bagian Awal ini terdiri dari:
1)      Halaman Judul
Ditulis sesuai dengan cover depan Penulisan Skripsi standar sesuai universitas masing – masing mahasiswa.
2)      Lembar Pernyataan
Merupakan halaman yang berisi pernyataan bahwa penulisan skripsi ini merupakan hasil karya sendiri bukan hasil plagiat atau penjiplakan terhadap hasil karya orang lain.
3)      Lembar Pengesahan
Pada Lembar Pengesahan ini berisi Daftar Komisi Pembimbing, Daftar Nama Panitia Ujian yang terdiri dari Ketua, Sekretaris dan Anggota. Pada Bagian bawah sendiri juga disertai tanda tangan Pembimbing dan Kepala Bagian Sidang Sarjana.
4)      Abstraksi
Yakni berisi ringkasan tentang hasil dan pembahasan secara garis besar dari Penulisan Skripsi dengan maximal 1 halaman.
5)      Halaman Kata Pengantar
Berisi ucapan terima kasih kepada pihak-pihak yang ikut berperan serta dalam pelaksanaan penelitian dan penulisan Skripsi (a.l. Rektor, Dekan, Ketua Jurusan, Pembimbing, Perusahaan, dll ).
6)      Halaman Daftar Isi
Berisi semua informasi secara garis besar dan disusun berdasarkan nomor urut halaman.
7)      Halaman Daftar Tabel
8)      Halaman Daftar Gambar : Grafik, Diagram, Bagan, Peta dan sebagainya.

2.       Bagian Tengah.
Bagian tengah terdiri dari :
1.          Bab Pendahuluan
Pada Bab Pendahuluan terdiri dari beberapa sub pokok bab yang meliputi antara lain :
1)      Latar Belakang Masalah.
Menguraikan tentang alasan dan motivasi dari penulis terhadap topik permasalahan yang bersangkutan.
2)      Rumusan Masalah.
Berisi masalah apa yang terjadi dan sekaligus merumuskan masalah dalam penelitian yang bersangkutan.
3)      Batasan Masalah.
Memberikan batasan yang jelas pada bagian mana dari persoalan atau masalah yang dikaji dan bagian mana yang tidak.
4)      Tujuan Penelitian.
Menggambarkan hasil-hasil apa yang bisa dicapai dan diharapkan dari penelitian ini dengan memberikan jawaban terhadap masalah yang diteliti.
5)      Metode Penelitian.
Menjelaskan cara pelaksanaan kegiatan penelitian, mencakup cara pengumpulan data, alat yang digunakan dan cara analisa data. Jenis-Jenis Metode Penelitian :
-          Studi Pustaka : Semua bahan diperoleh dari buku-buku atau jurnal.
-          Studi Lapangan : Data diambil langsung di lokasi penelitian.
-          Gabungan : Menggunakan gabungan kedua metode di atas
6)      Sistematika Penulisan
Memberikan gambaran umum dari bab ke bab isi dari Penulisan Ilmiah

2.          Bab Landasan Teori
Menguraikan teori-teori yang menunjang penulisan / penelitian, yang bisa diperkuat dengan menunjukkan hasil penelitian sebelumnya.
3.          Metode Penelitian
Menjelaskan cara pengambilan dan pengolahan data dengan menggunakan alat-alat analisis yang ada.
4.          Bab Analisis Data dan Pembahasan
Membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah.
5.          Bab Kesimpulan dan Saran.
Bab ini bisa terdiri dari Kesimpulan saja atau ditambahkan Saran. Kesimpulan berisi jawaban dari masalah yang diajukan penulis, yang diperoleh dari penelitian. Sedangkan saran ditujukan kepada pihak-pihak terkait, sehubungan dengan hasil penelitian.

3.       Bagian Akhir.
Bagian akhir terdiri dari :
1.          Daftar Pustaka.
Berisi daftar referensi (buku, jurnal, majalah, dll), yang digunakan dalam penulisan

2.          Lampiran.
Penjelasan tambahan, dapat berupa uraian, gambar, perhitungan-perhi tungan, grafik atau tabel, yang merupakan penjelasan rinci dari apa yang disajikan di bagian-bagian terkait sebelumnya.

Materi Minggu ke-4

KARANGAN
                Karangan merupakan hasil tulisan yang mengungkapkan ide, perasaan atau pemikiran pengarang dalam satu kesatuan tema yang utuh. Karangan yang ideal adalah berupa uraian yang lebih tinggi atau lebih luas dari alinea.
Macam-macam Karangan :
1.       Deskripsi
Yaitu salah satu bentuk karangan yang menggambarkan suatu keadaan, kejadian, atau peristiwa sejelas mungkin sehingga pembaca mendapat kesan seperti melihat sendiri sesuatu yang digambarkan tersebut.
Ciri-ciri :
-          Berhubungan dengan panca indera
-          Penggunaan objek didapat dengan pengamatan bentuk, warna serta keadaan objek secara langsung.
-          Unsur perasaan lebih tajam daripada pikiran

2.       Eksposisi
Yaitu salah satu bentuk wacana atau karangan yang bermaksud menjelaskan, mengembangkan, atau menerangkan suatu gagasan.
Tujuannya untuk menambah pengetahuan pembaca tanpa berusaha untuk mengubah pendirian atau mempengaruhi sikap pembaca.
Ciri-Ciri :
-          Menjelaskan informasi agar pembaca mengetahuinya.
-          Menyatakan sesuatu yang benar-benar terjadi (faktual).
-          Tidak terdapat unsur mempengaruhi atau memaksakan kehendak.
-          Menunjukkan analisis atau penafsiran secara objektif terhadap fakta yang ada.
-          Menunjukkan sebuah peristiwa yang terjadi tentang proses kerja sesuatu.

3.       Persuasi
Yaitu bentuk wacana yang tujuannya adalah meyakinkan, mengajak atau membangkitkan suatu tindakan dengan mengemukakan alasan-alasan yang kadang-kadang agak emosional.
Ciri-ciri :
-          Menentukan topik/ tema.
-          Merumuskan tujuan.
-          Mengumpulkan data dari berbagai sumber.
-          Menyusun kerangka karangan.
-          Mengembangkan kerangka karangan menjadi karangan persuasi.

4.       Argumentasi
Yaitu sebuah wacana yang berusaha meyakinkan atau membuktikan kebenaran suatu pernyataan, pendapat, sikap, atau keyakinan.
Dalam Argumentasi ini, suatu gagasan atau pernyataan dikemukakan dengan alasan yang kuat dan meyakinkan sehingga orang yang membacanya akan terpengaruh untuk membenarkan pernyataan, pendapat, dan sikap yang diajukan.
Ciri-ciri :
-          Berusaha meyakinkan pembaca akan kebenaran gagasan pengarang sehingga kebenaran itu diakui oleh pembaca.
-          Pembuktian dilengkapi dengan data, fakta, grafik, tabel, gambar.
-          Dalam argumentasi pengarang berusaha mengubah sikap, pendapat atau pandangan pembaca.
-          Dalam membuktikan sesuatu, pengarang menghindarkan keterlibatan emosi dan menjauhkan subjektivitas.
-          Dalam membuktikan kebenaran pendapat pengarang, kita dapat menggunakan bermacam-macam pola pembuktian.

5.       Narasi.
Yaitu sejenis karangan atau cerita yang isinya mengisahkan atau menggambarkan suatu kejadian atau peristiwa menurut urutan waktu atau secara kronologis.
Kejadian yang dikisahkan dapat bersifat khayal atau faktual, atau gabungan dari keduanya. Narasi ini sering dimasukkan ke dalam golongan karangan fiktif, jadi tercakup di dalamnya ialah roman, novel, cerpen, hikayat, tambo, dan dongeng.
Ciri-ciri :
-          Menyajikan serangkaian berita atau peristiwa.
-          Disajikan dalam urutan waktu serta kejadian yang menunjukkan peristiwa awal sampai akhir.
-          Menampilkan pelaku peristiwa atau kejadian.
-          Latar (setting) digambarkan secara hidup dan terperinci.

KARANGAN ILMIAH
                Yaitu suatu karangan atau tulisan yang diperoleh sesuai dengan sifat keilmuannya dan didasari oleh hasil pengamatan, peninjauan, penelitian dalam bidang tertentu, disusun menurut metode tertentu dengan sistematika penulisan yang bersantun bahasa dan isinya dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya/ keilmiahannya. (Eko Susilo, 1995:11)
Tujuan Karangan Ilmiah :
1.       Memberi penjelasan
2.       Memberi komentar atau penilaian
3.       Memberi saran
4.       Menyampaikan sanggahan, serta membuktikan hipotesa.
Jenis-jenis Karangan Ilmiah :
1.       Skripsi
2.       Tesis
3.       Disertasi

KARANGAN ILMIAH POPULER
                Yaitu karya ilmiah yang disajikan dengan gaya bahasa yang populer atau santai sehingga mudah dipahami oleh masyarakat dan menarik untuk dibaca.
Contoh :
-          Artikel
-          Editorial
-          Opini
-          Tips
-          Reportase
-          Resensi buku
Ciri-ciri :
1.       Emotif.
Yaitu kemewahan dan cinta lebih menonjol, tidak sistematis, lebih mencari keuntungan dan sedikit informasi.
2.       Persuasif
Yaitu penilaian fakta tanpa bukti, bujukan untuk meyakinkan pembaca, mempengaruhi sikap cara berfikir pembaca dan cukup informatif.
3.       Deskriptif
Yaitu pendapat pribadi, sebagian imajinatif dan subjektif.
4.       Kritik tanpa dukungan bukti

KARANGAN NON ILMIAH
                Yaitu satu karangan berupa fiksi yang berisi tentang kisah rekaan. Karangan ini ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subjektif. Bahasa yang digunakan bisa konkret atau abstrak, gaya bahasa yang digunakan formal dan populer, walaupun kadang-kadang formal dan teknis.
Ciri-ciri :
-          Bersifat persuasif
-          Ditulis berdasarkan fakta pribadi
-          Fakta yang disimpulkan subjektif
-          Bersifat imajinatif
-          Gaya bahasa konotatif dan populer
-          Situasi didramatisir
-          Tidak memuat hipotesis

-          Penyajian dibarengi dengan sejarah

Rabu, 01 Oktober 2014

PENALARAN

                Penalaran merupakan suatu proses berpikir dan bersifat analitik yang bertolak dari pengamatan indera (empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian yang sistematis dan logis untuk mengambil sebuah kesimpulan.
Ciri-ciri penalaran :
1.       Dilakukan dengan sadar
2.       Didasarkan atas sesuatu yang sudah diketahui
3.       Sistematis
4.       Terarah, bertujuan
5.       Menghasilkan kesimpulan berupa pengetahuan, keputusan, atau sikap yang baru
6.       Sadar tujuan
7.       Adanya premis berupa pengalaman/pengetahuan
8.       Pola pemikiran tertentu
9.       Sifat empiris rasional.
Jenis-jenis Penalaran :
1.       Penalaran Induktif
2.       Penalaran Deduktif
Suatu penalaran berasal dari pengetahuan seseorang akan sesuatu yang benar atau salah. Dasar pengetahuan dalam membuat suatu kesimpulan disebut dengan Premis. Premis yang diambil haruslah benar secara formal maupun material.
1.       PENALARAN INDUKTIF
1.       Generalisasi
Merupakan proses penalaran dengan mengamati sejumlah gejala dengan sifat-sifat tertentu untuk menarik kesimpulan secara umum.
Contoh : Semua makanan di Bandung rasanya enak dan murah.
2.       Analogi
Merupakan suatu proses penalaran berupa kesimpulan tentang kebenaran suatu hal berdasarkan pengamatan terhadap gejala yang memiliki kemiripan.
Contoh : IPK adalah nilai yang dilihat untuk melamar kerja, sedangkan softskill adalah nilai yang dibutuhkan pada saat kerja.
3.       Sebab-akibat
Merupakan suatu proses penalaran berupa penarikan kesimpulan atas suatu peristiwa yang terjadi atas suatu sebab. Penarikan kesimpulan seringkali tidak sah karena faktor sikap pribadi, takhayul, pandangan politik, dll.
Contoh : Masyarakat merasa aman ketika bepergian membawa alat-alat tajam.

2.       PENALARAN DEDUKTIF
Merupakan penalaran yang didasarkan atas prinsip, hukum, teori atau putusan yang berlaku umum dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Penalaran Deduktif dikembangkan oleh Aristoteles, Thales, Phytagoras dan para filsuf Yunani lainnya dari periode klasik (600-300 SM).
Jenis-Jenis Penalaran Deduktif :
1.       Silogisme
Merupakan penalaran yang disusun dari dua pernyataan dan sebuah kesimpulan.
Contoh : Semua Perusahaan pasti ingin berkembang. Laba adalah variabel yang sangat ditingkatkan untuk perusahaan. Laba yang berkelanjutan akan membuat perusahaan berkembang.
2.       Entimen
Merupakan penalaran deduksi secara langsung (Premisnya dihilangkan)
Contoh : Turis sangat suka berjemur di pantai.  Pada malam hari tidak ada matahari. Pada malam hari tidak mungkin Turis berjemur di pantai.




Artikel penalaran : Perlukah Ujian Nasional tetap diadakan?

Ujian nasional bukanlah hal yang asing lagi dalam dunia pendidikan Indonesia. Sebagai salah satu program kerja pemerintah, ujian nasional diadakan untuk menjadi tolak ukur kemampuan siswa terhadap pendidikan yang mereka jalankan.
Namun faktanya, program tersebut tidaklah sejalan dengan realisasi yang terjadi di lapangan. Siswa kelas 3 SMA merasa dijadikan kelinci percobaan kebijakan Ujian Nasional 2013. Terlebih gurunya pun merasa dijadikan kelinci percobaan dengan rencana diterapkannya Kurikulum 2013. Mendikbud M.Nuh dianggap gagal dalam menyelenggarakan Ujian Nasional 2013 sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan. Ujian Nasional 2013 adalah penyelenggaraan ujian negara terburuk sepanjang sejarah Indonesia setelah kemerdekaan.
Berikut adalah sedikit fakta-fakta tentang Ujian Nasional SMA 2013 yang dihimpun dari berbagai sumber :
1.       Beberapa siswa mendapatkan soal susulan dan bukan soal ujian yang seharusnya.
2.       Sebagian siswa tidak kebagian soal ujian.
3.       Ada siswa SMA yang mendapatkan soal ujian siswa SMK yang soalnya jelas beda.
4.       Kualitas LJK sangat tipis.
5.       Soal dilengkapi 20 paket bahkan disertai barcode untuk mencegah contek massal.
6.       Ujian tidak serentak karena ada 11 Porvinsi yang mengalami penundaan.
7.       Ada beberapa siswa yang tidak mendapatkan LJK.
8.       Pelaksanaan UN yang tidak tepat waktu.
9.       Standar lulus dan kesulitan soal berstandar internasional yang membebani siswa.
10.   Minimnya pengetahuan dan tindakan pencegahan pengawas UN.
11.   Anggaran 800 Milyar dirasa tidak sebanding dengan kualitas yang diberikan.
12.   Pengawas ikut merasa tertekan dengan kekisruhan penyelenggaraan Ujian Nasional 2013.
13.  Ujian Nasional yang di gadang-gadang bebas kecurangan dan kebocoran soal ternyata tidak bisa dibuktikan.
14.  Banyak pihak yang merasa Ujian Nasional menghambat para siswa untuk masuk ke perguruan tinggi.
Setelah melihat pro dan kontra Ujian Nasional, bisa disimpulkan bahwa lewat ujian nasional kemampuan siswa menguasai mata pelajaran yang diterima selama masa pendidikan dapat terlihat, apakah sudah berhasil dikuasai atau belum begitu juga dengan kinerja para guru dan tenaga pendidik lainnya. Melalui persentase kelulusan siswanya maka efektifitas kegiatan belajar mengajar masing-masing sekolah dapat dievaluasi oleh pemerintah.
Beberapa hal yang perlu dilakukan oleh pemerintah yaitu :
-          Memfasilitasi para tenaga pendidik untuk meningkatkan kompetensi mereka
-          Menetapkan akreditasi bagi masing-masing sekolah sebagai tolak ukur kesulitan soal yang akan diberikan saat UN.
-          Pemberitahuan dan pengarahan bagi para komponen sekolah dan pengawas menjelang UN berlangsung
-          Menyiapkan tindakan preventif terhadap masalah yang mungkin akan muncul.

Sumber referensi :

Jumat, 04 Juli 2014

Lembaga Keuangan Internasional

Pengertian Lembaga Keuangan Internasional
Lembaga Keuangan Internasional adalah lembaga keuangan yang telah ditetapkan oleh lebih dari satu negara, dan merupakan subyek hukum internasional. Pemiliknya atau pemegang saham umumnya pemerintah nasional, meski lain lembaga-lembaga internasional dan organisasi lain kadang-kadang sosok sebagai pemegang saham.   
Lembaga keuangan internasional didirikan untuk menangani atau mengatasi masalah-masalah keuangan yang bersifat internasional, baik berupa bantuan pinjaman atau bantuan lainnya. Pemberian bantuan yang dilakukan oleh lembaga keuangan internasional dapat bersifat lunak yang berarti dengan suku bunga yang rendah dan jangka waktu pengembaliannya relatif panjang. Kemudian bantuan internasional juga dilakukan dengan tujuan komersil, yang biasanya dilakukan oleh lembaga keuangan internasional swasta. Jenis dari Lembaga Keuangan Internasional yang diakui ada beberapa yaitu Bank Dunia, IMF, IDB, ADB.
Adapun fungsi dan tujuan dari macam – macam lembaga ini juga berbeda satu dengan yang lainnya. Seperti Bank Dunia yang mempunyai fungsi dan tujuan untuk memberikan pinjaman leverage ke negara-negara berkembang untuk program modal.  Bank dan memiliki tujuan untuk mengurangi kemiskinan. Bank Dunia mendapatkan dana untuk operasinya terutama melalui penjualan IBRD AAA-rated obligasi di pasar keuangan dunia.  International Bank Reconstruction and Development atau yang lebih dikenal IBRD adalah sebuah organisasi yang berdiri dengan tujuan untuk melawan kemiskinan dengan cara memberikan bantuan kepada negara-negara tang tergolong miskin dan sedang dalam keadaan ekonomi yang tidak stabil, dalam hal ini yaitu, negara-negara yang sedang berkembang. IBRD pendapatan yang dihasilkan dari kegiatan pinjaman, dengan memanfaatkan pinjaman sendiri modal disetor, ditambah investasi dari “float”. 
Sebagai organisasi politik, Bank Dunia harus memenuhi tuntutan dari donor dan pinjaman pemerintah, pasar modal swasta, dan organisasi internasional lainnya. Sebagai organisasi yang berorientasi aksi, itu harus netral, yang mengkhususkan diri dalam bantuan pembangunan, bantuan teknis, dan pinjaman.  Sedangkan untuk Dana Moneter Internasional (IMF) adalah sebuah organisasi internasional yang mengawasi sistem keuangan global dengan mengikuti kebijakan makroekonomi dari negara-negara anggota, terutama mereka yang memiliki dampak terhadap nilai tukar dan neraca pembayaran.  Dan mempunyai tujuan untuk menstabilkan nilai tukar dan membantu pembangunan kembali di dunia sistem pembayaran internasional. 
Bank Pembangunan Asia (ADB) adalah bank pembangunan daerah yang didirikan pada tahun 1966 untuk mempromosikan pembangunan ekonomi dan sosial di negara-negara Asia dan Pasifik melalui pinjaman dan bantuan teknis. Visi ADB merupakan wilayah yang bebas dari kemiskinan.  Misinya adalah untuk membantu negara-negara anggota berkembang mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kualitas kehidupan warganya. 
Jenis lembaga keuangan yang lain adalah Bank Pembangunan Islam yaitu lembaga keuangan internasional yang didirikan tahun mengikut Intent Pernyataan yang dikeluarkan oleh Menteri Keuangan Konferensi Negara-negara Muslim yang diselenggarakan di Jeddah pada Q’adah Dzul 1393H, sesuai dengan Desember 1973.  Dan tujuannya adalah untuk mendorong pembangunan ekonomi dan kemajuan sosial negara-negara anggota dan masyarakat muslim baik secara perorangan maupun bersama-sama sesuai dengan prinsip-prinsip syariah yaitu, Hukum Islam.
Lembaga keuangan internasional, atau IFI, mengacu pada lembaga keuangan yang telah ditetapkan (atau disewa) oleh lebih dari satu negara, dan karenanya merupakan subyek hukum internasional. Pemiliknya atau pemegang saham umumnya pemerintah nasional, meski lain lembaga-lembaga internasional dan organisasi lain kadang-kadang sosok sebagai pemegang saham. IFI yang paling menonjol adalah ciptaan dari beberapa negara, meskipun beberapa lembaga keuangan bilateral (dibentuk oleh dua negara) ada dan secara teknis IFI. Banyak di antaranya bank pembangunan multilateral. Yang paling terkenal adalah IFI Bank Dunia, maka IMF, dan bank pembangunan regional.
Bagi Lembaga-lembaga keuangan di Indonesia, Peranan International Monetary Fund (IMF), Bank Dunia, Asean Development Bank(ADB), International Development Bank(IDB), dan Consultative Groups on Indonesia(CGI) secara tidak lansung akan mempengaruhi operasional lembaga-lembaga tersebut perlu diperhatikan mengingat dampaknya begitu besar terhadap kondisi perekonomian suatu Negara.

1.    BANK DUNIA
Cikal bakal lahirnya Bank Dunia adalah International Bank for Reconstruction & Development (IBRD) pada tahun 1945. Dalam rangka mencari solusi masalah moneter dan keuangan lainnya, IBRD didirikan bersamaan dengan IMF dan mulai melaksanakan kegiatannya pada tahun 1946.
Awalnya kegiatan Bank Dunia difokuskan untuk membantu Negara-negara yang terkena dampak perang dunia II. Selanjutnya dialihkan kepada pemberian pinjaman untuk proyek-proyek yang produktif kepada Negara-negara berkembang yang menjadi anggota bank dunia.
Pinjaman yang dibiayai oleh Bank dunia beragam, meliputi: pembangunan jalan, pembangkit tenaga listrik, pembangunn pelabuhan, telekomunikasi, pengembangan duni pendidikan, dan bidang-bidang lain sesuai tujuan bank dunia.
Sumber dana diperoleh dari bank dunia sendiri, pemerintah asing dan modal swasta. Kemudian dana tersebut dikembalikan kepada Negara-negara anggota yang membutuhkan dengan risiko yang dibebankan kepada Negara yang bersangkutan.
Saat ini Bank Dunia memiliki 2 keanggotaan:
1). International Finance Corporation (IFC).
     Kegiatannya memberikan pinjaman kepada sektor swasta di Negara-
     negara berkembang.
2). International Development Association (IDA).
     Kegiatannya sama dengan IFC, namun ditujukan untuk Negara miskin dengan persyaratan pinjaman yang lebih mudah. IDA menyeponsori kegiatan ICSID (International for the settlement investment development).

2.    International Monetary Fund (IMF)
Tujuan pembentukan IMF adalah sebagai berikut:
1.      Memajukan kerja sama internasional di bidang moneter.
2.      Mendorong perluasan perdagangan internasional.
3.      Menurunkan stabilitas nilai tukar mata uang.
4.      Menurunkan retriksi kurs.
5.      Memperbaiki ketidakseimabangan neraca pembayaran.
6.      Memperluas system multilateral dalam pembayaran dan transaksi.
7.      Memberi bantuan kepada Negara-negara berkembang yang mengalami kesulitan.

Sesuai dengan ketentuan yang ada, alat pembayaran transaksi pembayaran antar Negara angota dengan IMF harus dinilai dalam Special Drawing Right (SDR).  Disamping itu, SDR dapat berfungsi sebagai komponen cadangan devisa yang secara berkala dialokasikan kepada Negara-negara anggota.
Fasilitas keuangan yang diberikan oleh IMF kepada Negara anggota dapat disebabkan dalam 3 kategori sebagai berikut :
1.      Regular tranche facilities, yakni:
·         Reserve Tranche
·         The four/credit tranche
·         The extended fund facility
2.      Special Facilities, yakni:
·         The Compensatory Financing Faciility(CFF)
·         The Bufferstock Financing Facility(BFF)
3.      Temporary Facility, yakni:
·         Etraged access
·         Subsidy account

Indonesia sejak menjadi anggota IMF pernah mendapat beberapa fasilitas yakni berupa reserve tranche drawin, the four credit tranche, CFF dan BFF. Bantuan yang bersifat unconditional dalam bentuk reserve tranche drawing. Penarikan “credit tranche” yang pertama dilaksanakan segera setelah permohonan disetujui oleh IMF, namun untuk credit tranche yang kedua sampai dengan yang keempat, selalu dilaksanakan atas dasar “stand by arrangement”.  Persyaratan bantuan atas dasar “stand by arrangement” adalah lebih berat dibandingkan dengan persyaratan dengan jenis bantuan yang lainnya.
Fasilitas IMF yan
g saat ini sedang dimanfaatkan Indonesia adalah CFF. Fasilitas ini diberikan kepada Negara anggota yang mengalami kesulitan dalam neraca pembayaran untuk mengkompensir kekurangan dari penerimaan ekspor karena factor-faktor diluar kekuasaan Negara bersangkutan

3.    BANK PEMBANGUNAN ASIA (Asian Development Bank)
ADB didirikan pada tahun 1966 sebagai solidaritas bangsa-bangsa di Asia yang memerlukan dana bagi pembangunan negaranya. Tujuannya didasarkan atas kerjasama ekonomi dan pembangunan akibat sulitnya memperoleh pinjaman dari Negara-negara maju.
Tugas ADB adalah mengupayakan peningkatan pertumbuhan ekonomi Negara-negara di benua Asia dan meningkatkan kerjasama yang lebih erat di berbagai bidang dengan sesama anggotanya. Bantuan yang diberikan dapat berupa keuangan dan teknik secara berkala sesuai kebutuhan.
Sumber dananya sebagian besar berasal dari Negara-negara di Asia, dan pada saat ini anggotanya juga meliputi Negara-negara non Asia. Struktur permodalan juga diperoleh dari luar Negara Asia. Para pimpinan, baik presiden maupun anggota direksi adalah orang Asia.
Kegiatan ADB:
1.                  Memberi pinjaman untuk berbagai proyek, dengan mata uang lokal maupun asing.
2.                  Memberi bantuan teknik, seperti; jasa konsultasi dan jasa tenaga ahli.

4.    BANK PEMBAGUNAN ISLAM (Islamic Development Bank)
Ide awal pendirian IDB adalah memayungi sistem keuangan Negara-negara Islam di seluruh dunia dengan sistem kerjasama berskema bagi hasil  (berbagi keuntungan maupun kerugian). Proposal ini diajukan oleh Mesir pada sidang Menteri Luar Negeri Negara-negara Islam (OKI) di Karachi, Pakistan, bulan Desember 1970. Isi dari proposal tsb adalah:
1.      Mengatur transaksi komersial antar Negara-negara bagian Islam.
2.      Mengatur institusi pembagunan dan investasi.
3.      Merumuskan masalah transfer, kliring serta settlement antar Bank Islam sebagai langkah awal menuju terbentuknya sistem ekonomi Islam yang terpadu.
4.      Membantu mendirikan institusi sejenis Bank Sentral Syariah di Negara-negara Islam.
5.      Mendukung upaya-upaya Bank Sentral di Negara Islam dalam hal pelaksanaan kebijakan yang sejalan dengan kerangka kerja Islam.
6.      Mengatur administrasi dan mendayagunakan dana zakat.
7.      Mengatur kelebihan likuiditas bank-bank sentral Negara Islam.
Dan diusulkan pula pembentukan badan-badan khusus yang disebut Badan Investasi dan Pembangunan Negara-negara Islam. Fungsinya adalah:
1.      Mengatur investasi modal Islam.
2.      Menyeimbangkan Antara invest dan pembangunan di Negara islam.
3.      Memilih lahan/sektor yang cocok untuk invest dan mengatur penelitiannya.
4.      Memberi saran dan bantuan teknis bagi proyek-proyek yang dirancang untuk investasi regional di Negara-negara Islam.
Kelanjutan proposal ini diagendakan kembali pada sidang Menlu Negara-negara Islam (OKI) di Benghazi Libya bulan Maret 1973. Pada bulan Juli 1973 OKI mengadakan pertemuan di Jeddah dalam rangka membicarakan pendirian Bank Islam Internasional. Pada pertemuan kedua di bulan Mei 1974, dibahas rancangan AD-.ART. Rancangan IDB disetujui pada sidang Menkeu OKI di Jeddah tahun 1975. Modal dasar pendirian IDB adalah 2 miliar Dinar Islam atau setara dengan 2 miliar Special Drawing Right (SDR).

Anggota IDB adalah semua Negara-negara yang tergabung dalam OKI Saat ini terdiri atas 43 negara yang bertugas memberikan pinjaman bebas bunga untuk proyek infrastruktur dan pembiayaan kepada Negara anggota berdasarkan partisipasi modal Negara tersebut.