Senin, 13 Mei 2013

PENDAPATAN NASIONAL (NATIONAL INCOME)


PENDAPATAN NASIONAL (NASIONAL INCOME)
DAN PENGARUHNYA TERHADAP PERTUMBUHAN EKONOMI NEGARA






PENDAHULUAN

Pendapatan nasional adalah jumlah pendapatan yang diterima oleh seluruh Rumah Tangga Keluarga (RTK) di suatu negara dari penyerahan faktor-faktor produksi dalam satu periode, biasanya selama satu tahun.
Selain bertujuan untuk mengukur tingkat kemakmuran suatu negara dan untuk mendapatkan data-data terperinci mengenai seluruh barang dan jasa yang dihasilkan suatu negara selama satu periode, perhitungan pendapatan nasional juga memiliki manfaat-manfaat lain, diantaranya untuk mengetahui dan menelaah struktur perekonomian nasional. Data pendapatan nasional dapat digunakan untuk menggolongkan suatu negara menjadi Negara industry, pertanian, atau Negara jasa. Contohnya, berdasarkan pehitungan pendapatan nasional dapat diketahui bahwa Indonesia termasuk negara pertanian atau agraris, Jepang merupakan negara industri, Singapura termasuk negara yang unggul di sektor jasa, dan sebagainya.
Disamping itu, data pendapatan nasional juga dapat digunakan untuk menentukan besarnya kontribusi berbagai sektor perekomian terhadap pendapatan nasional, misalnya sektor pertanian, pertambangan, industri, perdaganan, jasa, dan sebagainya. Data tersebut juga digunakan untuk membandingkan kemajuan perekonomian dari waktu ke waktu, membandingkan perekonomian antarnegara atau antardaerah, dan sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah.






PEMBAHASAN

Pertumbuhan ekonomi merupakan masalah perekonomian suatu negara dalam jangka panjang menuju keadaan yang lebih baik selama periode tertentu dan dapat dikaitkan juga sebagai keadaan kenaikan kapasitas produksi suatu perekonomian yang diwujudkan dalam bentuk kenaikan pendapatan nasional. Adanya pertumbuhan ekonomi merupakan indikasi keberhasilan pembangunan ekonomi.
Namun masalah besar yang dihadapi negara berkembang adalah disparitas (ketimpangan) distribusi pendapatan dan tingkat kemiskinan. Tidak meratanya distribusi pendapatan memicu terjadinya ketimpangan pendapatan yang merupakan awal dari munculnya masalah kemiskinan.
Apabila dihitung pendapatan per-tahun, di daerah DKI Jakarta sudah terhitung kedalam kategori pendapatan daerah yang maju. Namun, bagaimana dengan dareh lain ? Sangat jauh dibawah standar. Hal ini menunjukkan lemahnya Job Distribution di dalam Indonesia. Lapangan pekerjaan banyak tersedia di DKI Jakarta, sehingga banyak masyarakat luar daerah yang berbondong – bonding pergi ke Jakarta untuk mencari pekerjaan. Hal ini menimbulkan tidak meratanya persebaran penduduk di Indonesia dan tingkat kriminalitas di daerah Ibu Kota juga meningkat karena tingginya angka presentase pengangguran.
Kebijakan fiskal dalam perekonomian dituangkan dalam bentuk pos-pos yang tercantum pada dua sisi yaitu penerimaan dan belanja pemerintah. Fungsi fiskal meliputi tiga aspek penting yang mencerminkan peran pemerintah dalam perekonomian yaitu sebagai fungsi alokasi, distribusi, dan stabilisasi. Menurut Romer (1996), secara simultan fungsi fiskal bertujuan untuk menciptakan kondisi makro ekonomi secara kondusif dalam mencapai pertumbuhan ekonomi, penciptaan tenaga kerja yang sekaligus menekan jumlah pengangguran, pengendalian tingkat inflasi, dan mendorong distribusi pendapatan yang semakin merata
Sama halnya dengan negara lain, Indonesia yang berpenduduk sangat banyak tetapi berpenghasilan sedikit mempunyai masalah pendapatan nasional. Hal tersebut dikarenakan tidak meratanya angka distribusi pendapatan yang mampu menaikkan jumlah GNP ataupun GDP.
Menurut A. Kholil Ashari sebagai tokoh pemikir perekonomian Indonesia dalam jurnalnya tentang ‘distribusi pendapatan nasional’’, diterbitkan pada tanggal 9 Juni 2011 secara umum yang menyebabkan ketidakmerataan distribusi pendapatan yang sedang terjadi di negara-negara sedang berkembang di dunia antara lain:
a)    Pertambahan penduduk yang tinggi yang mengakibatkan menurunnya pendapatan per kapita.
b)   Inflasi, dimana pendapatan uang bertambah tetapi tidak diikuti secara proporsional dengan     pertambahan produksi barang-barang.
c)    Ketidakmerataan pembangunan antar daerah.
d)   Investasi ditanamkam pada proyek-proyek yang padat modal, sehingga persentase pendapatan dari dari harta tambahan besar dibandingkan dengan persentase pendapatan yang berasal dari kerja, sehingga pengangguran bertambah.
e)   Rendahnya mobilitas sosial.
f)    Pelaksanaan kebijaksanaan industri subsitusi impor yang mengakibatkan kenaikan harga-harga barang hasil industri untuk melindungi usaha-usaha golongan kapitalis.
g)   Memburuknya nilai tukar (terms of trade)  bagi negara-negara sedang berkembang dalam perdagangan dengan negara-negara maju, sebagai akibat ketidak elatisitasan permintaan negara-negara maju terhadap barang-barang ekspor negara sedang berkembang.
h)   Hancurnya industri-industri kerajinan rakyat seperti industri rumah tangga.

Berdasarkan pengalaman yang lalu, pemerintah membuat kebijakan yang mendorong angka kemiskinan menyusut secara cepat dan menurunkan tingkat ketimpangan distibusi pendapatan nasional yaitu :
1.     Pembangunan sektor pertanian, karena sebagian besar penduduk Indonesia masih sangat bergantung dengan sektor pertanian. Pembangunan sektor pertanian bisa meliputi penggunaan teknologi yang lebih berkualitas guna meningkatkan produk atau output yang dihasilkan ataupun bisa dengan cara pelatihan dan pemberian pengetahuan tentang pertanian kepada para petani mengingat masih minimnya pengetahuan dan keahlian yang dimiliki oleh para petani.

2.    Investasi pemerintah di sektor peningkatan sumber daya manusia yang merupakan salah satu faktor terpenting dalam pembangunan, karena apabila para penduduk Indonesia mempunyai kualitas sumber daya manusia yang tinggi, maka pertumbuhan ekonomipun akan bisa lebih dimaksimalkan.

3.    Pembangunan untuk pertumbuhan sektor industri yang bisa menyerap banyak tenaga kerja yang ada di Indonesia yang berdampak pada menurunnya tingkat pengangguran yang ada di Indonesia yang sampai saat ini masih menjadi salah satu masalah utama di Indonesia.

4.    Membangun sesuai dengan dimensi kemiskinan yang berbeda di setiap daerah, hal ini dilakukan agar terjadi keseimbangan pembangunan antar daerah, tidak hanya beberapa daerah yang mengalami kemajuan pesat dan berkembang, namun daerah-daerah lainpun bisa ikut berkembang yang menjadikan pendapatan daerah tersebut naik sekaligus kesejahteraan masyarakat yang ada di dalamnya.


5.    Mendorong peran mekanisme pasar dan integrasi pasar domestik dan internasional, hal ini dilakukan agar bisa lebih memaksimalkan potensi dari pasar domestik terhadap pasar internasional yang bisa meningkatkan output atau ekspor suatu komoditi.

6.    Memperkuat empowerment dari sisi permintaan untuk meningkatkan artisipasi kelompok miskin dalam hal pendidikan, kesehatan, listrik, air bersih dan sanitasi, dan sarana infrastruktur lainnya mengingat hal ini menjadi salah satu faktor utama dalam kelangsungan proses produksi.

7.    Meningkatkan dan memperbaiki efektivitas desentralisasi karena sampai saat ini kebijakan sistem desentralisasi atau otonomi daerah belum mencapai hasil yang maksimal dan belum bisa dikatakan sesuai yang diharapkan. Padahal tujuan awal dari otonomi daerah adalah supaya setiap daerah lebih bebas dalam mengatur pemerintahan daerah itu sendiri baik dalam sektor ekonomi maupun lainnya agar tiap antar daerah bisa memaksimalkan segala potensi yang dimilikinya guna meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Hal tersebut membuahkan hasil dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi di-Indonesia. Seperti yang disajikan oleh tim dosen yg terdiri dari Dewi ernita, SE, ME dan Prof. Dr. Syamsuk Amar B, MS , serta Dr. Efrizal Syofyan, SE, M.Si, Ak , dalam jurnalnya tentang ‘Analisis Pertumbuhan Ekonomi, Investasi, dan Konsumsi di Indonesia, yang diterbitkan pada tahun 2013 diketahui bahwa selama periode tahun 2000–2010 tersebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tertinggi terjadi pada tahun 2007 sebesar 6,35%. Kenaikan pertumbuhan ekonomi pada tahun ini diduga diakibatkan oleh pengaruh dari faktor-faktor yang mempengaruhinya diantaranya adalah peningkatan konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor. Disamping itu, pertumbuhan ekonomi Indonesia terendah terjadi pada tahun 2009 sebesar 4,58%. Rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun ini diduga dikarenakan oleh turunnya konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor. Hal ini menggambarkan bahwa pada tahun 2005, 2006, 2007, 2008 dan 2010 kondisi perkembangan ekonomi Indonesia berada di atas rata-rata. Kondisi ini menggambarkan bahwa periode tersebut persentase perkembangan ekonomi Indonesia membaik.

Konsumsi terendah terjadi pada tahun 2006 yaitu 3,2%. Masalah ekonomi yang berdampak pada perekonomian Indonesia membuat perkembangan pendapatan masyarakat menurun yang akhirnya membuat daya beli masyarakat juga menurun. Namun perkembangan konsumsi tertinggi terjadi pada tahun 2008 yaitu 5,3%. Kondisi ini menunjukkan keadaan perekonomian di Indonesia mengalami peningkatan, sehingga daya beli masyarakat meningkat.
Perkembangan investasi mengalami nilai terendah pada tahun 2003 yaitu mencapai 0,60%. Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh tingginya tingkat suku bunga Indonesia, serta belum begitu membaiknya perekonomian Indonesia pasca krisis ekonomi Indonesia tahun 1997/1998 yang mengakibatkan minat investor berinvestasi rendah pada tahun 2003.
Menurut Sadono Sukirno, secara statistik, investasi atau penanaman modal dapat digolongkan menjadi 3 komponen yaitu :
(1) Investasi tetap pengusaha yang terdiri dari pengeluaran perusahaan untuk
mesin-mesin, perlengkapan, bangunan dan lain-lain yang bersifat tahan lama;
(2) Investasi untuk perumahan khususnya rumah tempat tinggal;
(3) Investasi yang berupa penambahan persediaan (inventory).
Perkembangan pengeluaran pemerintah terendah terjadi pada tahun 2010 yaitu sebesar 0,3%. Namun perkembangan pengeluaran pemerintah tertinggi terjadi pada tahun 2009 yaitu sebesar 15,7%. Kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh meningkatkan perekonomian Indonesia. Pengeluaran pemerintah sebagai salah satu instrumen kebijakan fiskal menjadi prioritas utama bagi pemerintah. Sedangkan perkembangan net ekspor Indonesia tertinggi terjadi pada tahun 2004 yaitu naik sebesar 47,5% dari tahun sebelumnya. Hal ini kemungkinan dipengaruhi oleh pendapatan masyarakat yang meningkat sehingga meningkatkan daya beli terhadap produk domestik Indonesia.

Peran aktif pihak swasta juga sangat membantu dalam hal tersebut. Beberapa cara yang dilakukan oleh pihak swasta dalam membantu pemerintah Indonesia dalam meningkatkan GNP adalah :
1.  Menjamin Penyediaan Barang dan Jasa Untuk Masyarakat
2.  Menyediakan Lapangan Pekerjaan Sebagai Sumber Nafkah

Menurut Achma Hendra Setiawan sebagai mahasiswa Fakultas Ekonomi UNNES dalam jurnalnya tentang ‘analisis penyerapan tenaga kerja pada sector Usaha Kecil dan Menengah (UKM) ’ yang terbit perdana pada bulan September 2008, jumlah unit usaha, nilai investasi, nilai output dan upah minimum secara simultan berpengaruh signifikan terhadap jumlah tenaga kerja. Jumlah unit usaha, nilai investasi, dan upah minimum kota secara parsial berpengaruh signifikan terhadap terhadap jumlah tenaga kerja, sedangkan nilai output tidak berpengaruh signifikan terhadap jumlah tenaga kerja.

Tidak mau kalah dengan swasta, pemerintah juga membuat beberapa program bantuan yang dikhususkan untuk masyarakat dalam mengurangi ketimpangan distribusi pendapatan nasional. Program tersebut adalah :
1.     Pajak Pendapatan Progresif
Pajak pendapatan progresif diterapkan pada masyarakat dengan pendapatan lebih tinggi dan nilai lebih tinggi. Biasanya pendapatan marginal dipajaki pada nilai yang secara marginal lebih tinggi (Gorman, 2009:193).
2.    Program Bantuan Publik
Kebijakan lain yang bisa diambil oleh pemerintah adalah dengan pemberian bantuan publik baik berupa bantuan tunai langsung ataupun berupa subsidi untuk berbagai komoditi pokok yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kebijakan seperti ini bisa diambil guna membantu rumah tangga yang mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan mereka, sehingga mereka tetap bisa menikmati dan memperoleh barang dan jasa kebutuhan mereka.
3.    Program Pengembangan Ekonomi
Program pengembangan ekonomi ini bisa berupa pengembangan usaha-usaha yang dilakukan oleh masyarakat atau UKM agar UKM tetap bisa bertahan dengan persaingan perusahaan-perusahaan dengan modal besar yang cenderung mendominasi pangsa pasar yang ada. Program pengembangan ekonomi ini bisa berupa pemberian KUR (Kredit Usaha Rakyat) ataupun pemberian kredit lunak untuk masyarakat yang ingin membuka usaha serta adanya bantuan pembinaan dan jaminan dari pemerintah baik secara teknis maupun pelayanan dalam mengembangkan usahanya.
4.    Mengelola Perekonomian
Kebijakan mengelola perekonomian ini salah satunya bisa berupa intervensi pemerintah, peran pemerintah sebagai fasilitator untuk masyarakat dan UKM serta sebagai regulator untuk perusahaan besar menjadi sangat penting karena hal ini akan menciptakan keseimbangan antara kedua belah pihak. Penetapan pajak bagi perusahan besar dan individu yang mempunyai disiplin kerja yang tinggi juga berpengaruh terhadap distribusi pendapatan nasional secara merata.

Konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Sementara itu, secara parsial konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor berpengaruh signifikan dan positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Artinya, apabila terjadi peningkatan terhadap konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor maka pertumbuhan juga akan mengalami peningkatan. Sebaliknya jika terjadi penurunan terhadap konsumsi, investasi, pengeluaran pemerintah, dan net ekspor maka pertumbuhan ekonomi di Indonesia juga akan mengalami penurunan.





Hal ini bisa digambarkan dengan bentuk persamaan :
Y = C + I + G + (X-M)           dimana :       Y        =        Pendapatan Nasional
                                                                   C        =        Konsumsi
                                                                   I        =        Investasi
                                                                   G       =        Pengeluaran Pemerintah
                                                                   X       =        Eksport
                                                                   M       =        Import
          Menurut Hendrin H. Sawitri, seorang mahasiswa di Universitas Terbuka pada jurnalnya tentang ‘Dampak Defisit Anggaran Terhadap Pertumbuhan Ekonomi” yang diterbitkan pada bulan maret tahun 2006, Gambaran mengenai efek kebijakan fiskal terhadap perekonomian dapat dilihat pada tiga bentuk analisis sebagai berikut :
(1) menaikkan pengeluaran pemerintah (G) untuk membangun infrastruktur,
(2) menambah subsidi dan pembayaran transfer, dan
(3) mengurangi pajak pendapatan (T).
Perubahan ini bisa mendorong pertumbuhan Pendapatan Nasional secara ekspansif, misalnya efek transfer dan penurunan pajak akan menambah konsumsi sehingga pendapatan nasional meningkat.





         
KESIMPULAN

Setelah mempelajari dan memahami ketiga jurnal tersebut, kami dapat menarik kesimpulan bahwa sumber masalah dari Pendapatan Nasional di Indonesia adalah pendapatan di tiap daerah yang tidak merata dikarenakan lapangan pekerjaan yang tidak memadai atau Job Distribution di tiap daerah berbeda beda. Dengan adanya hal ini, maka terjadi ketidakseimbangan pendapatan di seluruh provinsi di Indonesia.
Solusinya adalah mendistribusikan pendapatan dengan cara kerja-sama antara perusahaan swasta dengan UKM atau masyarakat dimana perusahaan besar sebagai penyedia modal dan pengelola, sedangkan UKM dan masyarakat berperan sebagai mitra usaha atau pelaku usaha dalam lingkungan pengelolaan perusahaan besar. Pemerintah berfungsi sebagai pengawas sekaligus regulator. Selain itu pemerintah juga bisa membuat kebijakan bagi perusahaan besar yang akan ekspansi usahanya untuk mengikutsertakan masyarakat sebagai bagian perusahaan, baik sebagai tenaga kerja atau penyedia bahan baku, hal ini bisa melalui pelatihan dan pengetahuan sehingga akan membuka lapangan pekerjaan baru yang bisa mengurangi jumlah pengangguran dan meningkatan kesejahteraan kehidupan masyarakat yang akan diikuti oleh naiknya pendapatan nasional.


Sabtu, 29 Desember 2012

CSR ‘perbuatan baik’ yang dikenai pajak



Suatu perusahaan didirikan tentunya dengan tujuan mendapatkan suatu profit yang secara nyata berbeda dengan ‘profit’ yang ditujukan untuk mensejahterakan masyarakat khususnya mereka yang tinggal di sekitar perusahaan itu berdiri atau beroperasi. Mensejahterakan masyarakat yang bisa dikatakan tidak ada sangkut pautnya di dalam elemen suatu perusahaan merupakan suatu kewajiban tidak tertulis yang memang haruslah dijadikan sebagai suatu jalan untuk membina hubungan dengan berinteraksi dan saling memberikan keuntungan bagi perusahaan dan masyarakat itu sendiri.
Dengan adanya CSR, perusahaan diharapkan dapat ikut mengambil bagian dalam mengatasi keterbelakangan dan kemiskinan masyarakat sekitarnya.

Definisi CSR (Corporate Social Responsibility) adalah suatu upaya yang dianggap wajar dan mampu dilakukan oleh sebuah perusahaan sebagai bentuk tanggung jawab mereka terhadap lingkungan sekitar dimana perusahaan itu berada.
Bentuk tanggungjawab itu bisa bermacam-macam, mulai dari melakukan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan perbaikan lingkungan, pemberian beasiswa, pemeliharaan fasilitas umum, sumbangan untuk desa/fasilitas masyarakat yang bersifat sosial dan berguna untuk masyarakat banyak, khususnya masyarakat yang berada di sekitar perusahaan tersebut berada.

Corporate Social Responsibility (CSR) merupakan salah satu strategi perusahaan selain untuk mengenalkan perusahaan kepada lingkungan, juga sebagai interaksi serta pemenuhan kebutuhan dan keinginan para pemimpin perusahaan bahkan pemegang sahamnya yang mulai mengikuti pemberlakuan CSR yang mulai nge’tren’ di masa sekarang dan terjadi jg di beberapa Negara dan berlaku secara global meskipun upaya ini tidaklah wajib dan tidak ada hukuman atau sanksi tertulis apabila CSR tidak dilaksanakan melainkan hanya ditekankan pada kesadaran perusahaan itu sendiri untuk memerhatikan lingkungan sekitar daripada sekedar mengejar profitability.

Masalah yang muncul dalam pelaksanaan CSR ini adalah masalah penyediaan dana CSR terkait t dengan kondisi perpajakan yang berlaku bagi perusahaan tersebut. Apabila dilihat dari perspektif perusahaan, Aktifitas CSR ini tentunya adalah pengeluaran, begitu juga dengan pajak yang akan dikenakan atas aktifitas-aktifitas CSR yang mungkin saja harus dikenakan pajak sesuai dengan peraturan yang berlaku.
Dari sudut Pajak Penghasilan (PPh), perusahaan biasanya akan memilih strategi untuk mengakali pengenaan pajak ini sehingga semua biaya yang dikeluarkan untuk kegiatan CSR yang dilakukan dapat dibebankan sebagai biaya yang mengurangi laba kena pajak.
Dari sudut Pajak Pertambahan Nilai (PPN), perusahaan biasanya memilih strategi agar barang atau jasa yang diberikan kepada pihak penerima CSR (masyarakat sekitar) tidak terhutang PPN.

Dan apabila masih harus dikenai pajak, jumlah pajaknya tentunya diusahakan seminimal mungkin. Ini dilakukan agar perusahaan tidak terlalu rugi dengan pengeluaran ganda yang dilakukan perusahaan untuk kegiatan CSR ini. Karena meskipun hal ini positif bagi perusahaan, pengeluaran CSR tetap dicatat sebagai kerugian perusahaan.

Direktorat Jenderal Pajak memang menegaskan bahwa kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) ini dapat dikurangkan dari penghasilan bruto untuk menentukan penghasilan kena pajak (tax deductible). Akan tetapi, peristiwa-peristiwa CSR yang bisa dikatakan termasuk tax deductible terbatas hanya untuk jenis kegiatan tertentu sebagaimana diatur dalam UU No. 36/2008 tentang Pajak Penghasilan (PPh), seperti :
·         Biaya beasiswa, magang dan pelatihan
·         Sumbangan dalam rangka penanggulangan bencana nasional
·         Sumbangan dalam rangka penelitian dan pengembangan yang dilakukan di Indonesia
·         Sumbangan fasilitas pendidikan infrastruktur social
·         Sumbangan fasilitas pendidikan
·         Sumbangan dalam rangka pembinaan olahraga
·         Sumbangan keagamaan (Zakat, dll)

Masalah yang kemudian timbul adalah apakah CSR tersebut memang harus ditanggung sepenuhnya oleh perusahaan atau akankah pemerintah bersedia ikut menanggung dengan memperbolehkan sebagai pengurang atas penghasilan kena pajak? Mengingat perbuatan CSR juga telah membantu Negara secara langsung untuk mensejahterakan rakyatnya.
Sementara itu, CSR ditangan penerima bisa dianggap sebagai penghasilan yang dapat dikenakan pajak karena telah menambah kemampuan ekonomisnya.

Peraturan yang berlaku juga masih bisa dikatakan belum memihak perusahaan yang melakukan CSR dan tidak adil mengingat Pasal 6 Ayat (1) huruf (g) menyatakan bahwa CSR dalam bentuk bea siswa, magang dan pelatihan dapat dikurangkan dari pajak, sedangkan menurut Pasal 9 ayat (1) huruf (g) kegiatan CSR dalam bentuk bantuan dan sumbangan tidak dapat dikurangkan. Yang bisa jadi pengurang adalah hanya bantuan untuk bencana dan sumbangan kemanusiaan yang bersifat nasional.  
Jadi, apabila terjadi kebanjiran di lingkungan masyarakan di sekitar perusahaan dan mengakibatkan kerugian bagi masyarakat tetapi tidak dianggap sebagai bencana nasional, maka pelaksanaan CSR di lingkungan ini tetap dianggap tidak dapat pengurangan atau pembebasan pajak, sementara kita tahu tujuan perusahaan juga sama baiknya dengan perusahaan yang membantu korban bencana alam yang bersifat nasional sama saja. Hanya terdapat perbedaan pada ‘jenis’ bencananya.
            Tujuan perusahaan yang membantu korban bencana di atas juga bisa dikatakan sejalan dengan tujuan pemerintah tentang mengapa pemerintah bersedia berpartisipasi dalam CSR berbentuk bea siswa, magang dan pelatihan, yaitu meningkatkan kesejahteraan dengan mengentaskan kemiskinan, keterbelakangan, meningkatkan daya saing, serta membantu masyarakat yang mengalami kesulitan dan hambatan yang ada karena kondisi lingkungan sekitar.

Seberapa pentingkah kegiatan CSR ini bagi masyarakat ? berpengaruhkah?
CSR pastinya akan memiliki dampak yang positif bagi masyarakat tetapi dipengaruhi juga dengan keseriusan, orientasi dan kapasitas lembaga dan organisasi lain terutama pemerintah, sehingga masalah ini tidak hanya lepas pada perusahaan yang melakukan CSR saja.
Di Indonesia pelaksanaan kegiatan CSR tentu membutuhkan dukungan pemerintah daerah, kepastian hukum, dan jaminan ketertiban sosial.
Di tengah permasalahan yang dialami Indonesia, pemerintah sebagai koordinator penanganan permasalahan yang ada diharapkan mengambil bagian melalui kegiatan CSR yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang mau peduli terhadap lingkungan sekitarnya ini dengan menetapkan proyeksi ke depan tentang apa saja bidang – bidang yang menjadi focus dan menerima masukan yang diberikan oleh elemen yang melapor kepada pemerintah.
kemudian pemerintah diharapkan bisa mendukung dengan memfasilitasi dan member penghargaan kepada kalangan pebisnis yang mau terlibat dalam upaya CSR ini serta mengawasi interaksi yang terjadi pada perusahaan dan masyarakat sekitar untuk menghindari dan mencegah tindakan-tindakan manipulasi yang mungkin saja terjadi

Beberapa contoh kegiatan CSR yang pernah dilakukan di Indonesia :

-          Unilever Indonesia memberikan bantuan sumbangan 700 unit sarana permurni air minum Pureit untuk seluruh puskesmas kelurahan dan kecamatan (334) serta rumah sakit umum daerah (RSUD) di wilayah Jakarta
-          Gandaria City bekerja sama dengan Kompas melakukan pembersihan selokan dan gorong-gorong di seputar mal Gandaria City Kebayoran Lama Jakarta Selatan
-          BMW memberikan beasiswa pendidikan bagi mahasiswa pascasarjana  Universitas Indonesia dan Universitas Paramadina
-          Beasiswa dari Yayasan Astra Toyota diberikan kepada tujuh perguruan tinggi di Kota Yogyakarta
-          Program National Champion Scholarship 2011 dari Tanoto Foundation diberikan kepada 230 mahasiswa S1 dan S2 di IPB, ITB, Universitas Gadjah Mada, Ul, Universitas Riau, Universitas Sumatera Utara, dan Universitas Jambi
-          BRI menyerahkan beasiswa bagi 100 mahasiswa Undip
-          Optik Melawai memberikan donasi 1000 kacamata
-          Lotte Xylitol memberikan pendidikan kesehatan mulut, gigi, dan gusi kepada anak SD Muhammadyah VI Tebet, Jakarta Selatan
-          Indomaret memberikan beasiswa bagi 1500 anak SD.
-          PT Jasa Marga Tbk menyumbangkan Rp 1 miliar untuk cabang olahraga renang nasional
-          XL bagikan 500 komputer ke 300 sekolah dalam 5 tahun terakhir. Bantuan 3 komputer per sekolah tahun ini dibagikan ke 14 sekolah di Madura, Bali, dan Malang.
-          Panasonic memberikan 3 beasiswa untuk melanjutkan program Master di Jepang
-          Indosat memberikan donasi Sekolah Dasar Unggulan SDU lqro di Sigli dan Sekolah Dasar Islam Terpadu SDIT Nurul Fikri di Aceh Besar di Nanggroe Aceh Darussalam masing masing senilai Rp 200 juta serta tambahan 15 set perangkat komputer.
-          Bank Mandiri memberikan bantuan Beasiswa Business Plan sebesar Rp 200 juta kepada 20 orang mahasiswa Universitas Pendidikan Ganesha Undiksha (Singaraja).
-          Sinar Mas hijaukan 200 ribu hektare lahan terdegradasi
-          Bank Rakyat indonesia (BRI) mendirikan 3 posko untuk menyalurkan bantuan kepada korban kebakaran Benhil berupa pakaian, layanan pengobatan dan makanan untuk beroperasi selama dua pekan.

Kamis, 06 Desember 2012

Aplikasi Open Office



APLIKASI OPEN OFFICE

Open office merupakan perangkat lunak perkantoran yang didalamnya terdapat fungsi-fungsi pengolah kata, pembuatan presentasi, pengolahan data, web editor,dll yang bersifat open source dimana bisa didownload, diinstall dan didistribusikan secara gratis dan tidak harus memmbeli lisensi seperti yang harus dilakukan jika menggunakan pengolah data yang lain seperti Microsoft office.
Berikut ini adalah tampilan awal salah satu produk OpenOffice.org, yaitu Apache OpenOffice.org :


Open Office merupakan salah satu alternatif pengganti Microsoft Office yang sudah banyak dipakai oleh Penggguna, dimana open office ini bisa dikatakan memiliki kemampuan yang hamper sama dengan Microsoft Office dan menu-menu yang terdapat didalam open office tidak jauh beda dengan menu yang ada di Microsoft office meski tidak 100% sama persis.
Secara tampilan dan pengoperasian, OpenOffice Writer tidak berbeda jauh dari Microsoft office, bahkan OpenOffice juga bisa membuka file Microsoft office yang berekstensi .doc, .xls atau .ppt. OpenOffice Writer memiliki ekstensi khusus yang spesifik yaitu .odt (kompatibel word), .ods (kompatibel Excel), .ods (kompatibel powerpoint), dan .odb (kompatibel access). OpenOffice Writer juga bisa menyimpan hasil kerja ke dalam format Microsoft Office berupa file yang berekstensi .doc, .xls atau .ppt.



Open office bisa diinstal di computer yang menggunakan system operasi windows maupun Linux. Beberapa komponen yang terdapat pada Open Office.org yaitu :
-          - penOffice.org Writer (Text Document)
-          - OpenOffice.org Calc (Spreadsheet)
-          - OpenOffice.org Impress (Presentation)
-          - OpenOffice.org Draw (Drawing)
-          - OpenOffice.org Math (Formula)
-          - OpenOffice.org Base (DataBase)


1   OpenOffice.org Writer

  
                                             Gambar.1  Tampilan awal OpenOffice Writer

Open Office Writer merupakan sebuah perangkat lunak open source perkantoran yang berfungsi sebagai pengolah kata, sama seperti pengolah kata lainnya seperi Microsoft office Word, WordStar, AmiPro, dll.
OpenOffice.org Writer adalah salah satu komponen dalam OpenOffice.org yang berfungsi untuk mengedit dokumen adapun dokumen format yang bisa digunakan adalah .doc .odt .rtf dan bisa export ke .pdf dengan sekali klik. Beberapa hal tentang Writer :
-          Memiliki fitur pengolah kata modern seperti AutoCorrect, AutoComplete, AutoFormat, Styles and Formatting, Text Frames dan Linking, Tables of Contents, Indexing, Bibliographical References, Illustrations, Tables.
-          Program ini sangat mudah digunakan untuk membuat memo cepat, sangat stabil dan mampu untuk membuat dokumen dengan banyak halaman serta banyak gambar dan judul heading. Selain itu, kelebihannya adalah pengaturan formating untuk bullet and number yang sangat mudah (diatur terintegrasi melalui satu toolbar).

Beberapa perbedaan antara Microsoft Office Word dan OpenOffice Writer antara lain :

-          Menu pengatur Page Setup
Menu Page Setup Ms Word ada pada : File -> Page Setup.
Sedangkan pada OpenOffice Writer : Format -> Page

Menu Header-Footer
Menu Header-Footer Ms Word : View -> Header and Footer.
Sedangkan pada OpenOffice Writer : Insert -> Header dan Insert -> Footer

-         Menu Symbol (untuk insert karakter khusus misalnya alfa, beta, gamma dll)
Menu Symbol Ms Word : Insert -> Symbol.
Sedangkan pada OpenOffice Writer : Insert -> Special Character

-         Menu Page Number
Menu Page Number Ms Word : Insert -> Page Number.
Sedangkan pada OpenOffice Writer : Insert -> Fields -> Page Number

-         Menu Format Font
Menu Format Font Ms Word : klik kanan -> Font.
Sedangkan pada OpenOffice Writer : klik kanan -> Style

                                                    Gambar 1.1 Tampilan Save As
           
Nama default dokumen OpenOffice Writer adalah Untitled 1, dsini kita akan coba mengganti namanya dengan Word1 dan menyimpannya dalam format .odt dan bisa juga ke dalam format Microsoft Word (.doc) seperti yang disorot pada gambar di atas. Dan di bawah ini adalah hasil save ke dua file tersebut :

 
                                    
Gambar 1.2 Tampilan Hasil Save as

File Word1 yang di sebelah atas, adalah file yang disimpan dalam bentuk .doc, sedangkan yang di bawah adalah format default OpenOffice Writer (.odt)


2   OpenOffice.org Calc

                                                                    Gambar 2. Tampilan Awal OpenOffice Calc



            OpenOffice Calc merupakan aplikasi pengolah angka yang berupa spreadsheet sama seperti yang kita gunakan pada Microsoft Office Excel. OpenOffice Calc juga sudah tersimpan rumus-rumus yang biasa kita gunakan di Microsoft Office Excel yang membantu kita untuk melakukan pengolahan data dan perhitungan angka dalam dokumen dengan tingkat keakuratan yang sama.
Style dan Pemformatan membuatnya mudah untuk menerapkan opsi pemformatan sel yang fleksibel, termasuk merotasi isi, template, latar belakang, batas pinggir, dan berkat templates dengan fungsi yang built-in, mengijinkan Anda untuk berkonsentrasi pada pekerjaan..
Mendukung pekerjaan secara kolaboratif pada spreadsheets dengan dukungan banyak pengguna pada CALC. Dengan melakukan sharing sebuah spreadsheet pengguna lain dapat dengan mudah menambahkan datanya pada spreadsheet. Pemilik spreadsheet dapat mengintegrasikan datanya dengan mudah cukup dengan beberapa klik saja. Kolaborasi ini membantu menghindari konflik selama pengeditan.
Tentu saja bebas untuk menggunakan spreadsheet Microsoft Excel, atau menyimpan pekerjaan Anda dalam format Excel sebelum mengirimkan kepada orang-orang yang masih terkunci pada produk-produk Microsoft. Sejak versi 3.0, CALC telah mampu membaca dokumen .xls yang dibuat dengan Microsoft Office 2007 atau Microsoft Office 2008 untuk Mac OS X.

                                                           Gambar 2.1 Tampilan Save As


Nama default dokumen OpenOffice Calc adalah Untitled 1, dsini kita akan coba mengganti namanya dengan Calc1 dan menyimpannya dalam format .ods dan bisa juga ke dalam format Microsoft Excel (.xls) seperti yang disorot pada gambar di atas. Dan di bawah ini adalah hasil save ke dua file tersebut :

                                                        Gambar 2.2. Tampilan Hasil Save As

File Calc1 yang di sebelah atas merupakan  File yang disimpan dengan format OpenOffice Calc (.ods), dan yang di bawah adalah file yang disimpan dalam format Microsoft Office Excel (.xls).




3   OpenOffice.org Impress

                                             Gambar 3. Tampilan Awal OpenOffice Impress


            OpenOffice Impress merupakan program aplikasi yang digunakan untuk membuat presentasi dengan multimedia yang efektif, sama dengan aplikasi Microsoft Office Powerpoint.
IMPRESS memiliki perangkat penggambar dan diagram yang mudah untuk digunakan untuk memberikan nilai lebih pada presentasi. Animasi dan Efek Slide show membuat presentasi Anda serasa hidup. Fontwork menyediakan gambar-gambar 2D dan 3D dari teks serta membuat gambar-gambar 3D dengan cepat.


                          
                                                        Gambar 3.1 Tampilan Save As

Nama default dokumen OpenOffice Impress adalah Untitled 1, dsini kita akan coba mengganti namanya dengan Impress1 dan menyimpannya dalam format .odp dan bisa juga ke dalam format Microsoft Powerpoint (.ppt) seperti yang disorot pada gambar di atas. Dan di bawah ini adalah hasil save ke dua file tersebut :
                                                                    Gambar 3.2. Tampilan Hasil Save As

File Impress1 yang di sebelah atas merupakan  File yang disimpan dengan format OpenOffice Impress (.odp), dan yang di bawah adalah file yang disimpan dalam format Microsoft Office Powerpoint (.ppt).



4    OpenOffice.org Draw

      Gambar 4. Tampilan Awal OpenOffice.org Draw

OpenOffice.org Draw merupakan perangkat lunak untuk membuat dan memanipulasi gambar digital terutama gambar-gambar 2 dimensi yang dapat digunakan untuk melengkapi dan menghiasi file dokumen kantor yang terpaket dalam aplikasi OpenOffice.org. Pembuatan gambar dan simbol sederhana bisa dengan mudah dibuat dengan aplikasi ini seperti lingkaran, kotak, garis termasuk pewarnaannya, bahkan aplikasi ini mempunyai fasilitas untuk memanipulasi gambar 2 dimensi menjadi gambar 3 dimensi.
Sebagaimana program pengolah gambar pada umumnya hampir semua format gambar digital yang umum digunakan dalam aplikasi komputer bisa dibuat dan dimanipulasi dengan program ini. Format gambar tersebut adalah: BMP, GIF, JPEG, PNG, TIFF, WMF


 
                                      Gambar 4.1 Tampilan Save As

Gambar di atas merupakan tampilan Save As, apabila kita ingin menyimpan hasil pekerjaan kita di OpenOffice Draw. Nama default untuk OpenOffice Draw ini adalah Untitled1, dsini kita coba ganti dengan nama Draw1 dengan format .odg .
Hasil file yang tersimpan bisa dilihat pada gambar di bawah :

                     
                                               
Gambar 4.2 Tampilan Hasil Save As






5    OpenOffice.org Math


                                                  Gambar 5. Tampilan Awal OpenOffice.org Math



            OpenOffice.org Math merupakan komponen aplikasi yang terpaket dalam aplikasi OpenOffice.org, berfungsi untuk mengetikan rumus-rumus matematika secara mandiri dan hasil penulisan teksnya dapat dimanfaatkan dalam aplikasi OpenOffice lainnya.

Math paling sering digunakan sebagai editor rumus untuk dokumen teks, tetapi juga dapat digunakan dengan berbagai jenis dokumen yang lain atau secara mandiri. Ketika digunakan didalam WRITER, rumus dianggap sebagai sebuah obyek didalam dokumen teks. Hal yang sama, seseorang dapat menyisipkan obyek ini kedalam program OpenOffice.org lainnya, seperti CALC dan IMPRESS.
Terdapat tiga cara utama untuk memasukkan sebuah formula:
-          Menulis markup pada editor rumus.
-          Klik kanan editor rumus dan pilih simbol dari menu konteks.
-          Pilih simbol dari toolbox Selection.


                    
                                                
Gambar 5.1 Tampilan Save As

Nama default dokumen OpenOffice Math adalah Untitled 1, dsini kita akan coba mengganti namanya dengan Math1 dan menyimpannya dalam format .odf seperti yang disorot pada gambar di atas. Dan di bawah ini adalah hasil save file tersebut :

                    
                                        
Gambar 5.2 Tampilan Hasil Save As



6   OpenOffice.org Base


                                                Gambar 6. Tampilan Awal OpenOffice.org Base


Openoffice.Org Base atau dikenal dengan sebutan BASE saja adalah Perangkat lunak untuk memanipulasi dan memanajemen database. Pembuatan input data, sekaligus memanipulasi dan membuat laporannya dapat dikerjakan dengan BASE ini.
BASE adalah sistem manajemen basis data berbasis desktop yang lengkap, didesain untuk memenuhi kebutuhan yang luas dari pengguna, mulai dari :
-          melacak koleksi CD pribadi Anda, hingga
-          menghasilkan laporan penjualan bulanan
BASE menawarkan panduan untuk membantu pengguna yang baru terhadap desain basis data (atau baru terhadap BASE) untuk membuat Tabel, Query, Form, dan Report, bersama dengan sekumpulan definisi tabel yang sudah didefinisikan untuk melacak Asset, Konsumen, Penjualan, Invoice, dan banyak lagi.
Ketika memerlukan basis data personal, BASE menawarkan mesin basis data relasional HSQL, dikonfigurasi untuk pengguna tunggal, dengan data tersimpan pada dokumen BASE, beserta dengan dukungan native untuk dokumen dBase.
Untuk kebutuhan yang lebih besar, BASE mendukung berbagai basis data yang populer secara native: MySQL, Adabas D, Microsoft Access, dan PostgreSQL. Sebagai tambahan, dukungan untuk driver standar JDBC dan ODBC juga mengijinkan Anda untuk terhubung secara virtual pada sembarang basis data yang ada.

BASE terintegrasi dengan aplikasi OpenOffice.org yang lain, misalnya :
-          Menyediakan data buku alamat untuk mail merge pada WRITER menggunakan standar industri protokol LDAP, atau format buku alamat yang umum seperti Microsoft Outlook, Microsoft Windows dan Mozilla;
-          Membuat jangkauan data yang terhubung pada dokumen CALC untuk analisa data pilot atau sebagai dasar untuk bagan.

                        
                                                  
Gambar 6.1 Tampilan Save As

Pada awal pembukaan program Base, aka nada ditanyakan perincian database yang akan kita buat, seperti nama, kegunaan dll. Pada gambar di atas nama yang disimpan adalah New Database.odb .
Hasil file yang disimpan adalah seperti gambar dibawah ini :

                           
                                                    
Gambar 6.2. Tampilan Hasil Save As